Loading

wait a moment

Cara Membaca Karakter Seseorang Dari Cara Bicaranya

Dalam sebuah perusahaan proses wawancara menjadi sangat penting untuk dilakukan. Saat proses wawancara para jajaran HRD akan semakin memahami karakter calon karyawan. Oleh karena ini para HRD harus mengetahui cara membaca karakter orang dari cara bicara. Karena menurut psikologi, cara orang bicara dipengaruhi dari alam bawah sadar. Dan tentu saja alam bawah sadar membentuk karakter seseorang. Oleh karena itu kita dapat memahami karakter seseorang saat bicara dan bertatap muka. Maka sebuah perusahaan juga harus mengetahui karakter dari setiap calon karyawan yang akan masuk. Hal tersebut akan mempengaruhi kinerja dari setiap karyawan. Selain itu karakter dari orang juga mempengaruhi dengan cara adaptasi karyawan terhadap budaya yang ada di perusahaan.

Dengan mengetahui karakter calon karyawan, jajaran Human Resource Management  mampu mengarahkan dan tepat dalam mengambil tindakan. Ada kalanya karyawan memiliki karakter yang tidak suka dibentak. Dengan begitu bagian HRM juga harus tepat untuk memberikan peringatan kepada karyawan. Jangan sampai membuat karyawan tidak merasa betah dalam sebuah perusahaan, padahal karyawan tersebut memiliki kompetensi untuk kemajuan perusahaan. Oleh karena itu dengan mengetahui kerakter karyawan dapat dijadikan acuan untuk memberikan tindakan atau tugas yang sesuai dengan kemampuan. Namun sebuah perusahaan, juga tidak selalu mementingkan karyawan. Hal yang paling penting adalah mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Jadi tugas HRM adalah mengelola SDM ata karyawan untuk mencapai target yang diinginkan, namun juga harus memperhatikan karakter dari setiap karyawan.

Saat wawancara, ada cara membaca karakter orang dari cara bicara. Hal ini dapat dilihat dari setiap kata yang diluncurkan dalam menjawab pertanyaan. Karena saat melakukan wawancara karyawan harus menjawab secara jujur dan tidak mengada – ada. Maka seorang HRD layaknya harus selalu memahami faktor lain yang mempengaruhi jawaban dari calon karyawan. Biasa, wawancara adalah proser terakhir dalam rekrutmen karyawan. Dari tahap ini akan menetukan juga kerja karyawan di perusahaan. Maka proses wawancara merupakan kunci utama dalam proses rekrutman. Ada beberapa kata yang bisa dijadikan acuan untuk membaca karakter dari seseorang.

Cara Membaca Karakter Orang Dari Cara Bicara

Pertama, menggunakan kata “Lainnya”. Kata ini adalah sebuah diksi yang menunjukan bahwa seseorang ingin berusaha melakukan pencitraan. Atau dengan kata lain, seseorang tersebut ingin telihat unggul dari orang lain. Selain itu, dengan mengatakan kata tersebut, seseroang ingin menunjukan prestasi atau keunggulan yang ada pada dirinya. Maka orang yang sering mengatakan “Lainnya” adalah orang yang selalu ingin tampil dalam sebuah hubungan sosial. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi saat bekerja. Ada segi positif dan negatif dari karakter orang seperti ini. Segi positifnya, orang tersebut akan selalu menunjukan kelebihan dalam bekerja dan menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan prestasi kerja. Namun segi negatifnya, orang dengan karakter ini bisa menjatuhkan orang lain untuk mendapatkan prestasi.

Kedua, menggunakan kata “keras”. Orang yang sering menggunakan kata “keras” saat melakukan wawancara adalah karakter orang yang mempunyai karakter yang tangguh dalam bekerja. Biasanya orang yang sering menggunakan kata ini sangat dicari oleh banyak perusahaan. Karena orang tersebut memiliki karakter yang tidak mudah puas dengan hasil kerja, suka bekerja keras dan memprioritaskan hasil kerja yang maksima. Maka orang dengan karakter ini selalu berusaha keras untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Orang seperti ini sangat bagus untuk perusahaan. Karena orang dengan tipe seperti ini sangat menentukan kinerjanya saat diberi target oleh perusahaan. Sisi negatifnya, orang dengan karakter ini akan terlalu fokus dengan satu pekerjaan saja. Tidak mampu bekerja dengan 2 pekerjaan.

Ketiga, menggunakan kata “memutuskan”. Orang yang cenderung menggunakan kata tersebut adalah orang yang memiliki banyak pertimbangan dalam melakukan sesuatu. Orang dengan karakter ini tidak terlalu impulsif, atau tidak bisa langsung melakukan sebuah pekerjaan tanpa mempertimbangkan resiko. Jadi orang dengan karakter seperti ini harus merancang semua langkah untuk mencapai tujuan, dengan mempertimbangkan segala resiko yang bisa terjadi. Ada sisi positif dan juga negatif. Dalam sebuah perusahaan, karakter orang seperti ini dapat menjadi aset penting perusahaan. Karena orang dengan karakter ini dapat merancang langkah untuk mencapai target atau hasil maksimal. Namun ada sisi negatifnya, orang dengan karakter ini tidak mampu untuk bekerja secara spontan serta tidak mampu untuk memputuskan sesuatu secara cepat. Akan banyak pertimbangan dalam berbicara maupun bertindak.

Dari semua pertanyaan dalam wawancara, ketiga kata tadi harus diperhatikan. Karena hal tersebut dapat memperlihatkan karakter dari seseorang. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa setiap karakter akan ada sisi negatif dan sisi positifnya. Maka penempatan posisi juga sangat menentukan. Posisi dan porsi yang tepat akan mampu meningkatkan kinerja dengan memanfaatkan karakter dari setiap orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *